watch sexy videos at nza-vids!
/.

KOLEKSI BOKEP LENGKAP,BOKEP INDO,BARAT,ASIAN,JEPANG,CERITA SEX,PHOTO BUGIL.
PERHATIAN.!!!
DILARANG COLY DI DEPAN UMUM

Cara Download

Angin Sejuk Kintamani

Siang itu suasana di salah satu SMU negeri di
Denpasar sangat hiruk-pikuk oleh ramainya
pengumuman bagi siswa kelas 3 yang akan
mengakhiri hari terakhir mereka di sekolah tercinta.
Salah seorang gadis yang berbaju abu-abu
dengan rambut panjang ikut berjubel diantara
kerumunan murid-murid lainnya. Dia bernama
Udiyani siswa kelas 3 jurusan pariwisata, dengan
tinggi yang 169 cm memudahkan bagi dirinya
untuk melihat papan pengumuman, tanpa harus
berada di kerumunan terdepan. Udiyani adalah
pacarku ketika aku masih bekerja di sebuah travel
agent di Bali, sebelum aku pindah ke Lombok
untuk menjadi pemain musik di cafe. Dengan
senyum kemenangan dia mendatangi aku yang
sedang berdiri tak jauh dari tempat parkir sepeda
motor. "Mas Adiet.. Aku lulus..," teriaknya sembari
memeluk aku. Yang aku sambut dengan
mengulurkan tangan dan mendekapnya erat.
"Syukur deh.. Sayang kamu bisa lulus" ujarku ikut
gembira. Sesuai rencana sebelum acara
pengumuman, Udiyani mengajaku ke Kintamani
apabila dia lulus. Sebagai ungkapan
kegembiraannya atas berhasilnya dia
menyelesaikan masa SMU dengan baik. Tanpa
menunggu waktu lagi aku dan Udiyani berangkat
ke Kintamani, yang kebetulan siang itu udaranya
cukup segar dan memang sebagai lokasi wisata
yang menawarkan pemandangan alam
pegunungannya, Kintamani selalu sejuk, apalagi
menjelang senja dinginnya sampai menusuk
tulang. Dengan mengendarai motor, aku
menjalankannya tanpa perlu terburu-buru, karena
aku nggak mau melewatkan saat-saat terindah
berdua terlewatkan begitu saja. Tangan Udiyani
memeluk pinggangku erat, sesekali dia
mencumbu belakang telingaku mesra. Tanpa
terasa penisku yang berlapiskan celana jeans biru
kesukaanku bergerak pelan, menandakan gejolak
kelakianku mulai tergoda dengan adanya
cumbuan-cumbuan Udiyani yang lembut.
Perjalanan ke Kintamani melewati jalan yang
berkelok-kelok, dikanan jalan ada pemandangan
danau bedugul yang sangat indah dengan airnya
yang jernih, tapi sayang sore itu udaranya agak
berkabut, sehingga mengganggu jarak pandang
kita. Aku dan Udiyani memutuskan untuk berhenti
sesaat, sambil menikmati udara sore itu di Sebuah
cafe kecil di tepian jalan yang pemandangannya
langsung menghadap ke Danau Bedugul. Sambil
memesan minuman hangat, aku mengeluarkan
sebatang rokok kesukaanku dan menyalakannya
sesaat, sebelum aku menghisapnya dalam-dalam.
Aku dan Udiyani Duduk memilih duduk di tempat
yang agak ke pojok, karena kebetulan juga
tempatnya cukup menguntungkan buat
menikmati pemandangan ke Danau. Setelah
menunggu beberapa saat minuman pesanan kita
pun datang. Tanpa menunggu beberapa saat,
sebelum pelayan pergi Udiyani sudah terlebih dulu
meminumnya hal ini di karenakan udara
pegunungan yang berkabut sudah mulai terasa
menusuk tulang belulang. Dengan lembut aku
memeluk Udiyani yang nampaknya mulai
kedinginan. "Kamu kedinginan sayang?" Tanyaku
"Iyah nih Mas.." katanya pelan. Sambil memeluk
Udiyani aku membisikan kata-kata mesra. "Adiet
hangatkan yah sayang..!" kataku lembut di
belakang telinga. Udiyani hanya tersenyum manis,
tanpa berkomentar sambil mengedipkan matanya
tanda setuju. Udara sepertinya sangat mendukung
sekali sehingga aku dan Udiyani semakin rapat
berpelukan. Ketika ada keheningan sesaat diantara
obrolan kita, tak pernah aku melewatkan untuk
mengecup bibir Udiyani yang ranum tanpa
terpoles lisptick. "Ohh.. Mas.." desahnya ketika
kecupan lembutku mengantarkannya melambung.
Kemesraan kita di cafe tak berlangsung lama,
dikarenakan hari mulai menjelang senja. Setelah
membayar minuman yang kita pesan, aku
menggandeng tangan Udiyani dengan mesra
untuk meninggalkan cafe dan mencari penginapan
di sekitar Kintamani yang memang sudah dekat
dari cafe tersebut. Tak lama berselang aku
menemukan sebuah hotel yang tempatnya begitu
cocok menurut kita berdua. Di Hotel itu tersedia
restaurant yang pada malam harinya menyajikan
acara live accustic musik. Sengaja aku memilih
Hotel yang ada fasilitasnya seperti itu, karena aku
juga pemain musik di cafe yang posisiku di band
pemegang rythm sekaligus vokal. Setelah urusan
dengan resepsionist selesai, aku mengajak Udiyani
berjalan ke arah kamar. Kamar kami sangat
romantis, di depan ada taman dan pancuran air
kecil dari sumber mata air sekitar Kintamani dan
ada tempat duduknya yang di hiasi lampu
temaram. Di dalam kamar aku langsung rebahan
di tempat tidur, karena perjalanan kita dari
denpasar sedikit melelahkan membuat pegal-pegal
di persendian. "Mas.. Aku mau mandi dulu yah,"
katanya. "Ntar keburu kedinginan, sekarang aja
mulai terasa nih udaranya," sahutnya lagi. "Kalau
begitu kita sekalian aja mandi bareng," godaku.
"Boleh.. Siapa takut.." tantangnya kemudian.
Dengan berlari kecil aku mengejar Udiyani yang
sudah sampai di depan kamar mandi.
Sesampainya di dalam kamar mandi, aku
langsung membuka kaosku dan hanya
mengenakan celana pendek. "Sayang.. Ini kan hari
bahagia kamu setelah kamu lulus" kataku
kemudian. "iya aku tahu itu.. Lantas kenapa
sayang?"tanya Udiyani mesra. "Aku ingin
memanjakan kamu dengan cara memandikan
kamu mulai dari menggosok seluruh tubuh kamu,
menyabuninya dan menyirami dengan shower,"
kataku lagi. "Muachh.." seketika Udiyani mengecup
bibirku lembut. "Makasih sayang.. Kamu sudah
manjain aku," sahutnya lagi. Dengan lembut aku
mulai membuka seragam SMU Udiyani yang
masih dikenakan saat itu. Di mulai dari hemnya
aku buka kancing atasnya secara perlahan, sambil
aku memandangi wajahnya yang manis serta
dengan senyumnya yang penuh pesona. Setelah
kancing kedua aku buka, maka terpampanglah
keindahan bukit payudaranya yang berukuran 36b
itu mencuat keluar kontras dengan branya yang
berwarna hitam. Aku menyelesaikannya dengan
kancing terakhir, sembari aku mengecup kecil
bukit payudaranya yang lembut. Tinggallah rok
abu-abunya yang belum aku sentuh. Sesaat aku
mengecup kembali bibirnya yang menantang
dengan sorot matanya yang pasrah. Kembali
dengan perlahan aku membuka rok Udiyani, yang
aku awali dengan menurunkan ziper di
belakangnya. "Srett.." bunyi ziper roknya ketika
aku turunkan. Dengan sekali rengkuh, terlepaslah
rok Udiyani menyentuh lantai. Udiyani saat itu
mengenakan CD warna hitam juga, yang
dikombinasikan renda di pinggir dan di bagian
tengahnya, sehingga terpampanglah dengan
transparan rerumputan hitam lebat melalui renda
Cdnya. Dengan kedua tangan aku melanjutkam
menurunkan CD hitamnya dan terpampanglah
pemandangan yang membuat aku menelan ludah
beberapa saat dan membuat kelakianku tergoda.
Celana pendek yang aku kenakan telah menonjol
sebelum aku melucuti pakaiannya, ditambah lagi
sekarang dia sudah telanjang bulat di depanku.
Dengan lembut aku mulai menyiramkan air dari
shower ke seluruh tubuhnya. Yang aku lanjutkan
dengan mulai menyabuni punggungnya,
pinggulnya yang bahenol, serta betisnya yang
jenjang. Yang membuat Udiyani menggelinjang
pelan. "Ohh.. Mas.." desahnya pelan. Setelah
bagian belakang selesai aku sabuni, tinggallah
bagian depan yang membuat kelakianku semakin
menggelegak. Aku mulai menggosok bagian
lehernya terlebih dahulu, karena aku tahu, bagian
ini merupakan bagian yang cukup sensitif di
samping bagian sensitif yang lainnya yang ada di
tubuh Udiyani. Perlahan tanganku mulai meraba
sedikit demi sedikit leher jenjang nan mulus
miliknya, dengan telapak tanganku yang penuh
dengan busa sabun. Terkadang terdengar desahan
lembut Udiyani yang menikmati setiap gerakan
tanganku yang menelusuri permukaan kulit
halusnya. "Ohh.. Mas," desahnya lembut.
Kemudian tanganku bergerak turun ke arah
dadanya yang membusung dan licin sembari
kembali menuangkan sabun cair di sekitar
payudaranya sekaligus ke putingnya yang mulai
menonjol keras. Sengaja gerakan tanganku di
dadanya sedikit melambat, hal ini aku lakukan
sekaligus menyabuni dan merangsang
payudaranya secara lembut. Kembali desahan
lembut terdengar olehku. "Ohh.. Mas..
Teruskan"desahnya dengan mata terpejam.
Setelah cukup bermain di bagian dadanya, kembali
tanganku bergerak turun ke arah perutnya yang
datar yang hanya beberapa saat lamanya. Dan
berakhir di daerah yang berbulu lebat nan hitam,
tapi tertata dengan rapi menyerupai bentuk CD.
Aku menuangkan sedikit shampoo ke tanganku,
kemudian aku lanjutkan dengan menggosok bukit
vaginanya dengan lembut. Sesekali tanganku
menyentuh clitorisnya lembut yang menimbulkan
sensasi tersendiri buat Udiyani. "Ssshshshshsh.."
desisnya pelan. Tak lama aku lanjutkan untuk
menggosok untuk lebih ke bawah lagi yaitu di
bagian pangkal pahanya yang mulus dan aku
menyelesaikan tugas terakhir memandikannya di
bagian betisnya yang bak bulir padi itu. Setelah
semua bagian tubuh Udiyani penuh dengan busa
sabun, kembali aku menyiraminya dengan gagang
shower ke seluruh permukaan tubunya untuk
tahap akhir, sebelum aku mencumbu tubuhnya.
"Thanks ya.. Mas.. sudah di manjain," katanya
pelan. "Dengan senang hati kok sayang.. Aku
lakukan buat kamu," jawabku mesra. Kemudian
aku memeluk tubuh Udiyani mesra, sembari
membimbingya untuk duduk di pinggiran
bathtub. Dan selanjutnya aku nyalakan kran
airnya. Sembari menunggu airnya penuh, aku
jongkok di depannya yang lagi duduk sembari
menaikkan salah satu kakinya di pinggiran bathtub.
Lidahku mencumbu seluruh permukaan kakinya
yang kemudian aku lanjutkan dengan menghisap
lembut jemari kakinya yang lentik dan wangi itu.
Udiyani terpejam menerima perlakuanku yang
begitu lembut, sehingga melambungkan nafsunya
yang memang sudah sangat terangsang sejak
awal. Lidahku begerak naik menelusuri betisnya
yang jenjang dan berakhir di pahanya yang
mulus. Gerakan lidahku semakin liar namun
lembut, setelah sampai di pangkal pahanya. Aku
menjulurkan lidahku kembali ke arah lekukan
pangkal pahanya dan hal ini berpengaruh sekali
untuk tubuh Udiyani menerima rangsangan
dariku. Dengan kedua tanganku aku mulai
menyibak vaginanya yang aromanya khas sekali,
dan kemudian aku julurkan lidahku yang basah ke
permukaan clitorisnya yang mulai menonjol pelan.
Kembali tubuh Udiyani mengelinjang pelan penuh
kenikmatan menerima perlakuan ini. "Hekk.. Sshh..
Mas," desahnya tak teratur. Aku tahu kalau Udiyani
begitu menikmati dan suaranya parau namun
terdengar cukup sensual. Selanjutnya dengan
gerakan mantap aku julurkan lidaku menerobos
liang vaginanya yang mulai basah oleh lendir
kenikmatan yang keluar dari vaginanya. Tiba-tiba
gerakan tangan Udiyani begitu cepat merengkuh
belakang kepalaku dan menariknya untuk lebih
dalam ke permukaan vaginanya. "Ohh.. Mas.. Aku
mau keluar," teriaknya kecil. Tanpa berhenti
gerakan lidahku terus menerobos semakin ke
dalam dan ini menimbulkan sensasi yang lebih
hebat untuknya dan di akhiri dengan teriakannya
yang panjang. "Ohh.. Mass.." Udiyani mendesah
lembut. Setelah mencapai orgasmenya yang
kesekian kalinya, aku memberikan kesempatan
buatnya untuk istirahat sejenak, sambil aku berdiri
menutup kran air yang ternyata sudah penuh.
Kemudian aku berjalan ke pinggiran bathtub dan
duduk disamping Udiyani untuk mencumbunya
kembali. Perlahan tubuh Udiyani merosot ke
bawah ke arah selangkanganku dan dengan
gerakan lembut mulutnya melahap ujung penisku
yang memang sudah sangat keras dari permainan
awal. Lidahnya bermain dengan perpaduan
hisapan dan liukan ujungnya di rongga mulut
miliknya yang mungil. Aku mendesah lembut
menerima perlakuannya ini. "Ohh.. Sayang.. Enak
sekali," desahku dengan nafas tertahan.
Selanjutnya dengan lembut aku angkat tubuhnya
dan memeluk pinggangnya untuk
membelakangiku. Dengan lembut tanganku
meremas payudaranya dari belakang dan menarik
tubuhnya untuk mengambil posisi duduk. Udiyani
melebarkan kakinya sembari jemari tangannya
yang lentik memegang batang penisku dan
mengarahkannya tepat di lubang vaginanya yang
sudah basah oleh lendir. Perlahan Udiyani
menurunkan pinggulnya secara lembut, maka
melesaklah seluruh batang penisku yang sudah
mencapai ereksi maksimal. "Ohh.. Shhss," desah
kami berbarengan. Setelah penisku menembus
bagian dalam vaginanya. Tanganku kembali
meremas kedua payudaranya dari belakang dan
lidahku menjilati punggungnya yang penuh
dengan butir-butir air. Jemari tanganku yang kiri
memilin ujung putingnya yang keras dan ini
membuat bibirnya mendesah pelan. "Ssshh.."
desahnya penuh erotis. Sementara tangan
kananku menarik wajahnya mendekat ke wajahku.
Aku mengulum bibirnya yang masih terbuka
menahan nikmat dengan lembut. Udiyani tak
tinggal diam dengan menggerakkan pinggulnya
memutar seirama dengan gerakan pinggulku yang
menghujam vaginanya lebih dalam. Desahan dan
teriakan kecil diantara percintaan kami sesekali
terdengar. Dan ini menimbulkan kesan erotis
tersendiri buat kita. Setelah beberapa saat lamanya
adegan ini berlangsung. Tiba-tiba tubuh Udiyani
bergetar dan semakin cepat gerakan pinggulnya.
"Mas.. Aku mau keluar," teriaknya. "Kita keluarkan
bersama sayang.." sahutku "Aku juga mau keluar
nih," timpalku lagi. Kembali tanganku menarik
wajahnya dan mengulum bibirnya dengan
lembut. Dan tanganku satunya memilin ujung
puting payudaranya. Dengan erat aku memeluk
tubuhnya begitu aku merasakan cairan hangat
menyirami batang penisku. Dan tak berlangsung
lama penisku juga menyemburkan sperma ke
dalam rongga vaginanya. "ohh.. Mass.. Aku
keluar," teriaknya bergetar. "Aku juga.. Sayangg.."
dengan nafas tak teratur. Masih dengan posisi aku
memeluk tubuhnya dari belakang aku mengulum
bibirnya kembali sampai tetes terakhir spermaku
dan di akhiri dengan mengecilnya penisku di
dalam vagina Udiayani. Percintaanku dan Udiyani
berlangsung kembali setelah acara makan malam
di cafe yang malam itu pengunjungnya cukup
ramai. Selama makan malam berlangsung aku
memilih meja yang meghadap langsung ke
panggung dan ada di deretan tengah agak di
ujung. Di atas meja aku nyalakan sebatang lilin
untuk menemani makan malam kami. Malam itu
semakin berkesan buat Udiyani, karena aku
menyumbangkan sebuah lagu karanganku di
acara live musik di cafe tersebut untuk dirinya
yang sengaja khusus buat dirinya. Begitulah kisah
cintaku yang sampai saat ini aku masih
menyimpanya di dalam hati sebagai kenangan
yang manis di dalam hidupku.

Terima kasih sudah mampir disini, jangan lupa untuk balik lagi ya....
Koleksi Foto bugil terlengkap, Foto bugil Tante Girang, Foto Bugil Pelajar, Foto Bugil Jilbab, Gambar Memek, Video XXX, Cerita Sex, Foto Bugil Terbaru, Foto Bugil 2014, Video Bokep Indo, Jepang, Barat, Video Streaming

Cooltext1363165660
Di Dukung oleh
Tusfiles-logo
U-
ON
xoxHits.com
- free counter service
TOP RANK
All right Reserved
Created By :
[ EZROD - ANDIKA ]
Powered by : SEXTGEM
© 2014 - 2020